Surga Tersembunyi di Banyuwangi selain Ijen dan Baluran

Kini, siapa saja bisa dengan mudah traveling ke Banyuwangi. Kemudahan akses dan pengadaan fasilitas penunjang dari pemerintah setempat dan pengelola wisata pun makin memudahkan para traveler yang hendak liburan ke Banyuwangi. Tempat wisata di Banyuwangi yang beberapa thun belakangan begitu cepat naik daun adalah Kawah Ijen dan Baluran. Dua lokasi ini selalu jadi destinasi wajib bagi para traveler karena memang terekspos dengan begitu eksotis di media sosial. Nah, buat kamu yang belum pernah ke Banyuwangi, rugi banget kalau traveling ke ujung timur pulau jawa ini hanya ke Ijen dan Baluran saja. Coba kunjungi 9 pilihan surga tersembunyi di Banyuwangi ini yang bisa jadi destinasi tambahanmu saat ke Banyuwangi! Tahukah kamu bahwa Pantai Plengkung merupakan salah satu dari 7 lokasi surfing terbaik di dunia? Hal ini mungkin jarang diketahui oleh para wisatawan lokal, namun bagi para peselancar internasional, pantai ini adalah suraga tersembunyi! Tinggi ombak di Pantai plengkung bisa mencai 8 meter dengan panjang mencapai 2 km loh! Bisa kamu bayangkan, betapa tempat ini menjadi favorit bagi para pemburu adrenalin, apalagi pantai ini masih tour banyuwangi dikelilingi oleh hutan lebat yang menambah eksotisme tempat ini.

 

Buat yang suka tantangan, ada juga, nih, kegiatan yang cukup menantang, yaitu berenang bersama hiu sirip hitam! Jika umumnya pantai biasa dikelilingi pohon kelapa atau hutan bakau, destinasi wisata Banyuwangi yang satu ini dipenuhi pohon cemara. Terdapat lebih dari 16.000 pohon cemara yang memenuhi pantai eksotis ini sehingga suasana di pantai menjadi teduh. Nggak hanya berfungsi untuk menepis sinar matahari yang menyengat di siang hari, pohon-pohon cemara ini juga berfungsi untuk mencegah abrasi, lho. Saking banyaknya pohon cemara yang berjejer, terbentuk sebuah lorong atau gua yang sangat cocok sebagai spot untuk berjalan-jalan. Lapar melanda? Jangan khawatir, karena banyak penjual yang menjajakan berbagai jenis makanan di sekitar tempat wisata di Banyuwangi yang siap mengisi perut Toppers. Bosan hanya berjalan-jalan di tepi pantai? Menyebrang aja ke pulau! Pulau yang dapat Toppers kunjungi di kawasan Banyuwangi adalah Pulau Tabuhan, yang terletak di Selat Bali. Pulau ini nggak berpenghuni, tapi banyak, lho, aktivitas yang bisa dilakukan di tempat wisata Banyuwangi ini di antaranya snorkeling, berjalan-jalan di sekitar pulau, sampai berfoto-foto ria.

 

Suku terbanyak dari luar suku Bali adalah suku Jawa. Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan, yang paling dikenal dunia dari pertanian di Bali ialah sistem Subak. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. Bahasa Bali dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. Di beberapa tempat di Bali ditemukan sejumlah pemakai bahasa Jawa. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata.

 

Tempat wisata yang luasnya 2.560 hektare ini terletak di puncak Gunung Ijen di Kecamatan Licin, Banyuwangi. Keindahan blue fire di lokasi ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Blue Fire adalah fenomena unik dari hasil terbakarnya gas sulfur yang muncul dari retakan Gunung Api Ijen yang memiliki temperatur hingga 600 derajat celcius. Fenomena ini adalah yang terbesar di dunia, dan lokasi lainnya di dunia yang memiliki fenomena ini hanya di Gunung Dallol di Ethiopia. Selain itu, objek wisata ini juga terkenal dengan kawah hijaunya yang sangat ikonik dan aktivitas pertambangan belerangnya. Oleh sebab itu, aktivitas hiking di sini tidak disarankan untuk lansia, wanita hamil, dan berbagai kondisi medis lainnya. Jawatan Benculuk sebenarnya adalah kawasan hutan lindung milik Jawatan Perhutani. Area ini ditumbuhi banyak pohon trembesi yang besar dan terlihat sangat unik. Dulu, kawasan ini terlihat sangat menyeramkan karena tidak terurus, namun sejak pemerintah Banyuwangi melakukan penataan kembali, Jawatan Benculuk kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat estetik natural.

 

Disebut sebagai Africa van Java, TN Baluran menjadi habitat dari beragam satwa seperti banteng, kerbau liar, kijang, merak, rusa, dan satwa lainnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi TN Baluran adalah sekitar bulan April hingga Agustus karena disana kalian akan merasakan suasana layaknya di padang savana Afrika. Source: jatim.tribunnews.comHutan De Djawatan terletak di Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Hutan yang masih dilindungi ini didominasi oleh pepohonan trambesi yang ukurannya relatif besar dan menjadikannya berbeda dengan hutan lain. Salah satu hal yang menarik dari hutan ini adalah kemiripannya dengan hutan Fangorn di film Lord of the Rings yang menjadikannya spot terbaik untuk berfoto. Selain keindahannya, hutan De Djawatan ini juga terkenal akan suasananya yang asri, rindang, dan sejuk. Source: jejakpiknik.comJika kalian ingin menghabiskan liburan kalian dipusat kota Banyuwangi saja, Pantai Boom Banyuwangi ini menjadi salah satu wisata alternatif terbaik. Letaknya yang berada di pusat kota sangat strategis bagi kalian yang malas untuk bepergian dengan jarak tempuh yang relatif lama. Disini, kalian dapat menikmati indahnya pemandangan selat Bali sembari melihat matahari terbit pada pagi hari.