Bagi yang sedang merencanakan program kehamilan maka perlu memahami, di mana masa subur pada wanita. Karena masa subur adalah waktu yang sangat tepat untuk pembuahan sel telur. Solusinya adalah dengan mengetahui cara menghitung masa subur terlebih dahulu agar bisa melakukan hubungan dengan pasangan dan perencanaan kehamilan yang sukses.
Masa subur adalah di mana siklus menstruasi wanita ketika sel telur matang dan siap untuk dibuahi. Saat masa subur ini, kemungkinan hamil jauh lebih besar dibanding sedang masa tidak subur.
Cara Menghitung Masa Subur
Untuk yang sedang program hamil berikut ini beberapa cara menghitung masa subur yang paling mudah dilakukan.
1. Ketahui Siklus Haid
Pertama-tama Anda harus tahu dulu kapan siklus haid. Tentu saja Anda harus mencatat siklus haid yang wajar dan normal yaitu selama 8 hari. Untuk menghitung masa subur, dimulai dengan mencari pertengahan siklus di hari ke-14.
Masa subur akan muncul di tiga hari sebelum pertengahan siklus dan setelah hari ke-14. Jadi Anda bisa hitung masa subur dengan siklus haid 28 hari adalah antara hari ke-11 dan juga ke-17. Bisa juga dengan menghitung masa subur dengan sistem kalender, di mana masa subur sama dengan hari terakhir menstruasi ditambah 13. Untuk masa subur sama dengan masa subur dikurang 3 dan masa subur ditambah 3.
2. Perubahan Sekresi Lendir Serviks
Cara kedua bisa dilakukan dengan melihat perubahan sekresi lendir leher rahim yang bisa anda periksa setiap hari. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui hormon estrogen mencapai puncaknya di saat ovulasi, jadi lendir punya konsistensi encer ketika diraba dengan jari.
Anda bisa melihat konsistensi lendir dengan mengambil di sebagian antara ibu jari dan telunjuk lalu rekatkan kedua jari dan rentangkan agar lendir membentuk seperti benang dengan jarak 2 sampai 3 cm. Masa subur bisa dilihat ketika lendir tidak terputus saat direntangkan. Jika lendir terputus maka wanita sedang tidak dalam masa subur.
Cara ini cukup efektif karena tingkat keberhasilannya bisa mencapai 70%. Lendir yang di rahim sendiri mirip dengan putih telur mentah yaitu berwarna bening, lembut dan juga licin. Namun elastisitas dari lendir rahim bisa berubah sesuai kadar hormon.
3. Ukur Suhu Tubuh
Anda juga bisa coba dengan mengukur suhu tubuh normal. Cara menghitung masa subur dengan mengetahui suhu tubuh. Para wanita suhu tubuhnya, akan turun terlebih dahulu lalu naik kembali menjadi 37 hingga 38 derajat Celcius saat alami ovulasi.
Kenaikan suhu tubuh ini dipicu oleh perubahan hormon progesteron yang punya tugas menyiapkan jaringan dalam rahim supaya bisa menerima sel telur yang sudah dibuahi. Anda bisa melakukan pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas.
Caranya adalah dengan memasukkan termometer ke dubur atau mulut vagina selama 5 sampai 6 menit. Lakukan pengukuran setiap hari selama 3 bulan dan catat setiap hasil sampai membentuk kurva.
4. USG
Ketika beberapa di atas tidak menunjukkan hasil maka bisa menghitung masa subur dengan ultrasonografi atau USG. Menggunakan USG cukup efektif karena teknologi ini bisa membuat anda mengetahui perkembangan sel telur. Lewat USG anda bisa tahu kapan sel telur mulai terbentuk dalam indung telur dan matang lalu siap untuk dikeluarkan.
Menggunakan USG untuk hitung masa subur cocok sekali bagi anda yang punya siklus haid tidak teratur.
Itu tadi beberapa cara hitung masa subur yang bisa dilakukan. Juga informasi seputar penyakit dan kesehatan lewat artikel kesehatan yang disediakan oleh SehatQ. Platform ini merupakan platform terbaik untuk mendapatkan banyak informasi kesehatan akurat dan berimbang.